Selamat Datang

Welcome to my blog

Mohon Do'a ya!

Yen wani ojo wedi-wedi, yen wedi ojo wani-wani

PEMBUNUHAN DI DESA WATU PAYUNG KESESI KARENA ES

Posted by Yusuf lubistoro (Brojogeni) on Tuesday, May 15, 2012



Entah apa yang ada di benak TPJ (Temon Pamuji,Red) (17) warga RT 5 RW 3, Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi. Ia tega membunuh adik kandungnya sendiri, yakni Slamet setiyani (10) yang masih duduk dibangku kelas 4 SD di desanya dengan cara menggorok leher hingga putus, Rabu (2/5) pukul 16.00.
Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula ketika korban pergi ke sebuah warung di desanya untuk membeli jajan gorengan. Sambil menunggu jajan yang dipesannya matang, ia pun membeli es plastik serta dibawa pulang ke rumah. Tanpa ada yang mengetahui penyebab pasti, sang kakak (pelaku,Red) bertengkar dengan adiknya. Kemudian, suara teriakan dari dalam rumah yang terdengar hingga di pelataran rumah korban.
Ngatmi (40) ibu dari korban yang saat itu sedang ngobrol dengan tetangga di depan rumah mendengar teriakan itu menuju ke rumahnya serta mendapati pintu depan dalam keadaan terkunci. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang, ibu korban mendapati anak ragilnya itu sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi leher putus.
Sekretaris Desa Watupatung Payung Supat mengungkapkan, informasi dari beberapa warga di lokasi kejadian, peristiwa pembunuhan sadis itu bermula ketika korban membawa es dari sebuah warung ke rumah. "Penyebab pastinya saya kurang tahu, informasi yang saya terima kakak korban (pelaku) minta es miliknya, namun tak diberi hingga terjadi pertengkaran antarkeduanya hingga terjadilah peristiwa ini," ungkapnya ketika dihubungi Suaramerdeka.com melalui ponsel.
Kapolres AKBP Hanif SIK melalui Kasubbag Humas AKP Djoko Suradji mengemukakan, kasus pembunuhan di Desa Watupayung, Kesesi sekarang ini masih dalam penyelidikan polisi. "Ibu korban kala itu sedang ngobrol di depan rumah mendengar ada teriakan, setelah mengecek melalui pintu belakang didapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher putus," ungkapnya.
Djoko menambahkan, disaat bersamaan seorang saksi dari tetangga korban melihat kakak korban (pelaku) lari menuju bukit di belakang rumah. "Pelaku(kakak korban) lari diri dalam rumah menuju bukit hanya menggunakan celana pendek. Hinga kini aparat bersama warga masih melakukan pencarian keberadaan pelaku," sambungnya.
Guna memastikan penyebab kematian korban, aparat dari Satreskrim Polres Pekalongan pada pukul 19.00 membawa ke RSUD Kraton, Pekalongan untuk keperluan autopsi. Sekdes Supat menambahkan, dilingkungan desanya kakak korban (pelaku) dikenal stres atau gila. "Pelaku sepertinya stres atau bisa dikatakan gila," imbuhnya.

{ 1 comments... read them below or add one }

Riyanto PRIME said...

Sangat prihatin pemuda ϓɑ̤̥̈̊ŋҨ seharus Ώyåª jd penerus kurang iman padahaL pekalongan dikenal sebagai kota santri inilah anak"ϓɑ̤̥̈̊ŋҨ kurang perhatian dan pendidikan dari orang tua Sε♍☺ƍƏ haL seperti in tdk terulang ℓαğϊ

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...