INGIN FILENYA?
DATANG AJA KE SOLNET! TENTUNYA LEBIH MURAH DARI WARNET MANAPUN
LOKASI
SEBELAH SELATAN MASJID AL-HUDA
DESA KALIJAMBE
Maaf gambar belum ditampilkan, tapi kami sudah mempunyai gambar dari masing-masing judul
<!--[if !supportLineBreakNewLine]
Setiap
pertengahan November, paguyuban keluarga korban menaburkan bunga duka di
kawasan Semanggi. Mereka mengenang tragedi Semanggi yang terjadi 10 tahun lalu.

Mereka mengutuk pelaku kekerasan dan mendorong
negara menuntaskan kasus korban secara adil. Indonesia baru tanpa kekerasan
merupakan pesan kemanusiaan mereka. Paguyuban keluarga korban mengingatkan
masyarakat akan bahaya rezim yang menganut politik kekerasan. Peringatan satu
dasawarsa tragedi Semanggi mengundang pejabat negara untuk meninggalkan politik
kekerasan dan memeluk politik kemanusiaan.
Pertarungan narasi
Paul Veyne dalam Writing History (1984)
menyatakan kebenaran sebagai kepentingan tunggal dari pencatatan sejarah.
Penulis sejarah menyadari keterbatasannya untuk menangkap peristiwa historis.
Ia sering hanya dapat merengkuh jejak peristiwa melalui dokumen atau kesaksian
yang ada. Dalam tragedi kemanusiaan Semanggi, aparat keamanan mengakui tindakan
penembakan terhadap demonstrasi mahasiswa. Paguyuban keluarga korban memberi
kesaksian tentang korban luka dan meninggal.
Penafsiran atas tragedi Semanggi dari aparat
negara dan paguyuban keluarga korban berseberangan. Aparat keamanan hanya
memiliki pilihan tunggal melakukan kekerasan demi mengamankan sidang istimewa.
Kekerasan menjadi mekanisme mempertahankan diri setelah negosiasi damai dengan
mahasiswa menemui kebuntuan. Paguyuban keluarga korban memandang aparat negara
melakukan serangan terhadap demonstrasi mahasiswa, mengakibatkan jatuhnya
korban luka dan meninggal. Tindakan ini lazim dilakukan rezim penganut politik
kekerasan.
Pertarungan narasi atas tragedi Semanggi
berlanjut di ruang hukum. Negara melalui aparat hukumnya menolak dakwaan
kekerasan aparat sebagai kejahatan HAM berat. Para pejabat tinggi militer
menolak dakwaan telah melakukan tindakan kriminal dalam tragedi Semanggi.
Pengembalian berkas kasus Trisakti–Semanggi merupakan tindakan simbolik, negara
menolak dakwaan paguyuban keluarga korban.
Pembungkaman kebenaran masuk ruang hukum.
Kebuntuan memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum mendorong paguyuban
keluarga korban melakukan gerakan kemanusiaan di jalan. Mereka menggelar safari
kemanusiaan bersama paguyuban keluarga korban lain untuk menyadarkan masyarakat
akan bahaya rezim politik kriminal. Masyarakat menjadi hakim atas kesaksian
tragedi yang disampaikan negara dan paguyuban keluarga korban. Kedua pihak yang
menulis narasi tragedi mendaku kebenaran (contested truth).
Indonesia
merupakan salah satu Negara yang menganut ideologi pancasila. Pada bagian ini
kita akan membahas isi dari sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Kemanusiaan atau peri kemanusiaan adalah sifat yang dimiliki oleh setiap
manusia. Manusia pada dasarnya adalah sama dan mempunyai nilai-nilai
kemanusiaan yang bersifat universal. Segala perbedaan yang tampak tidaklah
boleh dijadikan alasan untuk bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan
tersebut, termasuk perbedaan agama, karena agama pada dasarnya justru
menjunjung tinggi persamaan derajat manusia.
Salah satu
faktor utama dari peri kemanusiaan adalah sikap toleransi. Toleransi di sini
adalah toleransi yang positif, yaitu toleransi dalam hal kebaikan, bukan
sebaliknya yaitu toleransi dalam hal keburukan. Toleransi adalah hal yang
sangat krusial di negara ini, mengingat keaneka-ragaman yang sangat luar biasa
mulai dari suku, bahasa, budaya, agama/kepercayaan, adat istiadat, dan
seterusnya. Toleransi yang positif akan menyuburkan sikap berperi kemanusiaan,
seperti: menjunjung tinggi persamaan derajat/hak/kewajiban asasi setiap manusia
tanpa melihat apapun perbedaannya, mengembangkan sikap tenggang rasa, empati,
dst.
Adil adalah salah satu faktor
terpenting dalam hubungan antar manusia. Tidak ada satu manusiapun yang mau
diperlakukan tidak adil. Di dalam hubungan antar manusia sering terjadi gesekan-gesekan
yang menimbulkan permasalahan. Dan nilai keadilanlah point utama yang digunakan
dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
Salah satu
panduan sederhana dalam bersikap adil adalah:
Jangan
lakukan apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan, dan lakukan apa yang kita
ingin orang lain lakukan. Tentu saja panduan sederhana tersebut tidaklah
mencukupi untuk menghadapi kondisi kehidupan yang semakin kompleks. Akan
tetapi, sebagai dasar berpijak, panduan tersebut adalah cukup kuat.
Dengan
memegang teguh prinsip adil, maka hubungan antar manusia akan harmonis sesuai
dengan yang seharusnya. Dan dengan dasar prinsip keadilan, maka dapat
dikembangkan prinsip-prinsip lain sebagai turunannya, antara lain: tidak
melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, menghargai hak orang lain,
menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, tidak memaksakan kehendak kepada
orang lain, tidak semena-mena kepada orang lain, tidak menggunakan fasilitas
umum/fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, dst.
Beradab
adalah menunjuk kepada tingkatan kemajuan kehidupan, baik dalam
bermasyarakat maupun secara individu. Beradab erat kaitannya dengan
aturan-aturan hidup, budi pekerti, tata krama, sopan santun, adat istiadat,
kebudayaan, kemajuan ilmu pengetahuan, dst
Letak Nilai
Kemanusiaan Seorang Manusia
Tujuan
Diciptakannya Manusia
Sebagian
manusia tidak menyadari bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan bukan tanpa
tujuan. Bahkan Allah Ta`ala menciptakan manusia dengan satu tujuan yakni untuk
beribadah kepadaNya. Hal ini diberitakan oleh Allah Ta`ala didalam Al Qur`an
Surat Adz Dzaariyaat 56: “Dan tidaklah Aku Ciptakan Jin dan Manusia, kecuali
untuk beribadah (mengabdi) kepada-Ku”.Oleh karena itu kita perlu menelusuri
lebih kebelakang, untuk memahami untuk apa kita beribadah?
Memahami Makna Ibadah
Kita Beribadah sesungguhnya merupakan bentuk amalan syukur kita kepada Allah.
Bila kita mengingat luasnya nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita, maka
sungguh amat kecil pekerjaan ibadah yang Allah bebankan kepada kita
dibandingkan luasnya nikmat Allah yang luar biasa tersebut. Maka bila amalan
ibadah kita itu dalam rangka syukur kita kepada Allah, sungguh syukur kita
itupun masih teramat sedikit jika dibandingkan terhadap limpahan nikmat-nikmat
Allah tersebut. Allah berfirman di dalam surat Ibrahim 34: “ Dan Dia telah
memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya.
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya
manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). “
Nikmat Allah tidak bisa kita hitung saking banyaknya, namun ibadah kita bisa
kita hitung Nilai Kemanusiaan Manusia
Setelah kita memahami makna dari ibadah dan segenap fasilitas yang telah Allah
sediakan untuk kita, maka mestinya kita mulai menyadari untuk apa kita
diciptakan oleh Allah Ta`ala. Pertanyaan ini telah dijawab oleh Allah Ta`ala
dalam surat Azd dzariyat 56 di awal pembahasan kita di atas, yakni misi hidup
kita adalah hanya untuk beribadah kepada Allah. Hal inilah yang harus kita
tanamkan di dalam diri kita dan kita ingat-ingat terus bahwa mulai dari saat
kita berusia baligh sampai kematian menjemput kita nanti, tugas kita adalah
beribadah kepada Allah.
Oleh sebab itu besarnya nilai kemanusiaan dalam diri manusia itu ialah
tergantung sampai sejauh mana ia menjalankan kewajiban ibadah kepada Allah.
Manusia itu akan semakin jauh dari nilai kemanusiannya ketika ia semakin lepas
dari kewajibannya (meninggalkan) untuk beribadah kepada Allah. Sementara ketika
semakin jauh manusia itu dari nilai kemanusiaannya berarti semakin tidak
bernilai ia sebagai manusia.
Maka sungguh lucu kalau ada orang yang mengatakan bahwa hidup di dunia ini
hanya sekedar hidup dan tidak ada misi apa-apa. Maasyaallah, bagaimana mungkin
Allah menciptakan manusia tanpa misi-apa-apa?, hanya misi sekedar hidup,
seperti hidupnya sapi, kambing, kerbau dan sejenisnya yang hanya seputar makan,
minum, buang air, kawin, tidur? subhanallah, inilah contoh ketika manusia itu
telah jauh dari nilai kemanusiaannya, sehingga yang ia fikirkan dan lakukan
dalam kehidupannya tidak jauh berbeda dengan rutinitas di dalam kehidupan
hewan. Tidak ada nilai lebihnya, sebab ia meninggalkan misi hidup yang telah
Allah bebankan kepadanya yang dengan misi itu membedakan antara manusia dengan
hewan yakni beribadah kepada Allah. Allah mensinyalir orang-orang yang semacam
ini di dalam surat Al A`raaf 179: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi
neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
Demi
Kemanusiaan Presiden PKS Siap Dipenjara
Lebih lanjut Tifatul menegaskan, bahwa aksi
tersebut bukanlah kampanye, melainkan aksi kemanusiaan yang juga dilakukan di
Inggris, Spanyol, Australia, Amerika, Yunani dan negara lain.
PK-Sejahtera Online: Jakarta, Polda Metro Jaya
hari ini Kamis (15/1) memanggil Presiden PKS, Tifatul SEMBIRING, Ketua DPW PKS
DKI, Triwisaksana dan Agus Setiawan sebagai tersangka terkait dengan aduan
Panwaslu. Ketiganya dijerat pasal 269 UU No.10 tahun 2008. Menurut Panwaslu PKS
disinyalir melakukan kampanye terselubung saat melakukan demo Aksi Solidaritas
Palestina Jumat (2/1) yang dihadiri oleh 200 ribu-an massa.
Tifatul merasa belum pernah diklarifikasi
Panwaslu tentang tuduhan tersebut. Oleh sebab itu PKS akan mengajukan nota
protes ke Panwaslu. “Belum ada omongan apa-apa, baik teguran lisan maupun
tulisan kok ujug-ujug saya jadi tersangka, ada apa ini dengan Panwaslu?” Tanya
Tifatul.
Lebih lanjut Tifatul menegaskan, bahwa aksi
tersebut bukanlah kampanye, melainkan aksi kemanusiaan yang juga dilakukan di
negara-negara lain seperti Inggris, Spanyol, Australia, Amerika, Yunani dan
negara lain.
Pada aksi lalu spanduk yang diusung PKS antara
lain bertuliskan “Save Palestine”, “Zionism Destroys Humanity, Act Now”, dan
“One Man One Dollar to Save Palestine”. Dalam aksi itu tidak ada satupun
spanduk yang berisi tulisan terkait dengan kampanye partai.
Rakyat Palestina berhak atas kedaulatan dan
kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam amanat pembukaan UUD 1945. “Aksi kita
ini dilandasi dengan semangat menjalankan UUD, bukan kita mau menyampaikan visi
misi luar negeri PKS seperti yang dituduhkan Panwaslu”, sangkal Tifatul.
Kalau maslah bendera PKS dipermaslahkan,
Tifatul menegaskan bahwa aksi demo itu harus jelas siapa yang melakukannya.
“Karena ini kan identitas, semua kelompok yang berdemo juga biasanya bawa
identitas, baik itu ormas maupun mahasiswa. Karena yang demo PKS ya wajar dong
kita bawa bendera partai!” tegasnya. Identitas ataupun bendera selain berfungsi
sebagai tanda juga memudahkan polisi melakukan identifikasi jika dalam aksi
tersebut terjadi kekacauan.
Ketika ditanya tentang kesiapan menghadapi ancaman
hukuman atas dirinya, dengan tegas Tifatul menjawab, “Kalau saya harus dihukum
karena aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang menderita, demi kemanusiaan
saya siap dipenjara!”
Rumah singgah;
pelayanan kasih; kemanusiaan; kepedulian
Favorit
Yayasan Bukit Zion also known as Mount Zion Ministries was established in
March 1991. It is founded as an independent non-profit foundation that works on
various fields, mainly in humanitarian and social field.
We see that poverty is critical social issue that
needs immediate actions and solutions. We believe that every single effort to
eliminate poverty is not only belong to government. We work to bring hope and
change. We work to bring food to those who are hungry, water to those who are
thirsty, knowledge and resources to those who need, and clothes to those who
are naked.
Berawal dari
beridirinya Yayasan Bukit Zion atau disebut juga Mount Zion Ministries pada
Maret 1991. Didirkan sebagai yayasan nirlaba independen yang bergerak di
beberapa bidang, salah satunya bidang kemanusiaan dan sosial.
Kami melihat bahwa kemiskinan merupakan masalah
sosial yang membutuhkan penanganan dan solusi. Kami percaya bahwa setiap usaha
untuk mengentaskan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Kami bekerja untuk membawa harapan dan perubahan. Kami bekerja untuk memberi
makan mereka yang lapar, memberi minum mereka yang kehausan, memberi
pengetahuan dan sumber daya bagi mereka yang membutuhkan, dan memberi pakaian bagi mereka yang
telanjang.
Polres Belitung
Bagikan Bantuan Kemanusiaan
·
PEDULI terhadap sesama memang dianjurkan oleh
agama manapun di dunia ini, karena dengan mengasihi maka barulah kita
mengetahui betapa indahnya nikmat berbagi. Untuk itu, di sela rutinitas yang
padat, Polres Belitung Selasa (1/11) lalu, memberikan bantuan material kepada
korban bencana alam angin puting beliung di Desa Pelempang Jaya, Dusun Air
Baik, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan oleh Wakapolres Belitung Kompol Bagus
Suseno, seizin Kapolres Belitung, didampingi Kabag Ops Polres Belitung Kompol
Leonardo D Simatupang, Kasat Lantas Polres Belitung AKP Paulus Sony wibowo dan
KBO Samapta M Irsan Sihotang. Adapun bantuan yang diberikan oleh Polres
Belitung berupa 80 buah kayu gulung, 2 kubik papan dan 15 kg paku. Nantinya
bantuan ini dapat digunakan warga setempat yang tertimpa musibah untuk
memperbaiki rumahnya yang rata–rata hampir bersentuhan dengan tanah. Penyerahan
tersebut disimboliskan melalui perwakilan warga yaitu Kepala Desa Dusun
Pelempang Jaya, Iskandar.
Selain perlengkapan bangunan, bantuan yang diberikan juga berupa obat-obatan
yang sangat bermanfaat untuk mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh
bencana tersebut. Dokkes Polres Belitung melalui dr. Franky Sihombing secara
langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan warga, Sarman. Terlihat
wajah sumringah dari masyarakat setempat yang menerima bantuan. Terdengar pula
celetukan, "Makaseh pak, mudah–mudahan Allah ngembalase dengan hal yang
setimpal.
Iskandar selaku kepala desa turut menyampaikan apresiasinya. "Mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polres Belitung khususnya, karena
yang kami lihat bukan bentuk bantuan yang diterima melainkan bentuk kepedulian
yang belum tentu dimiliki oleh setiap orang. Mudah–mudahan apa yang diberikan
ini akan sangat bermanfaat dan membantu bagi masyarakat setempat yang mengalami
musibah," ujarnya terharu. Terkait pemberian bantuan ini, Wakapolres
menuturkan Polres Belitung tidak hanya bertanggung jawab terhadap keamanan di
wilayah Kabupaten Belitung.
"Sebagai insan, beban moril untuk peduli dan mengayomi haruslah
diwujudkan dan bukan hanya sebagai semboyan saja. Atas nama instansi sekaligus
mewakili Kapolres, kami mengucapkan bela sungkawa atas terjadinya musibah ini.
Namun, di balik semua ini Tuhan pasti memiliki rencana. Oleh karena itu, bagi
masyarakat atau keluarga yang tertimpa musibah agar bersabar dan tawakal,"
pungkasnya. (Hum.Polda)
Bantuan Kemanusiaan tak Sampai ke Rohingya
REPUBLIKA.CO.ID, MAUNGDAUW -- Bantuan
kemanusiaan yang sedianya akan disalurkan kepada warga muslim Rohingya di
wilayah Maungdaw dikabarkan tidak sampai sejak bulan Juni 2012 pascapembantaian
massal oleh pihak warga Buddha Rakhine. Hal ini diungkapkan pejabat setempat,
Maungdaw, seperti dilansir Kaladan Press, Sabtu (10/11).
"LSM-LSM internasional, UNHCR, dan WRF tidak diizinkan pemerintah untuk
menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada komunitas muslim Rohingya di
Maungdaw," ujar pejabat tersebut.
Pejabat tersebut mengungkapkan, bantuan kemanusiaan yang tidak disalurkan hanya
kepada komunitas muslim Rohingya di Maungdaw. “LSM-LSM internasional diizinkan
untuk tetap mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada komunitas Buddha
Rakhine di Maungdaw," kata dia.
LSM internasional di Maungdaw, lanjut pejabat tersebut, harus terlebih dulu
meminta izin dari Otoritas Distrik dan Kantor Pemerintahan Kota Maungdaw untuk
berpergian ke wilayah manapun di Maungdaw guna melihat kondisi komunitas muslim
Rohingya.
“UNHCR telah berkunjung untuk melihat kondisi desa Oodunag dan Kyauk Pandu di
mana pengungsi muslim Rohingya dari desa Rathedaung hidup dengan kondisi yang
mengenaskan. UNHCR sudah mengetahui kondisi buruk yang dialami komunitas muslim
Rohingya dan berjanji akan segera kembali jika telah mendapatkan izin dari
pemerintah otoritas Maungdaw," tutur pejabat tersebut.
Pejabat tersebut menuturkan Pemerintah Thein Sein selalu memberikan bantuan
kepada pengungsi Buddha Rakhine ketika mengunjungi Maungdaw. LSM lokal dari Burma
pun menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Buddha Rakhine saja,
karena tidak diizinkan memberikan bantuan kepada pengungsi muslim Rohingya.
Diskriminasi junta militer Burma terhadap komunitas muslim Rohingya di wilayah
Arakan telah terjadi sejak lama. Junta militer Burma diduga membackup mayoritas
etnis Budha Rakhine dalam penyerangan terhadap minoritas warga muslim Rohingya.
Iran Berikan Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya
Pengungsi
Rohingya (Foto: AP)
TEHERAN – Bantuan
Kemanusiaan yang diberikan oleh Pemerintah Iran untuk kelompok Rohingya
dikabarkan telah mulai sampai di kamp-kamp pengungsian. Saat ini banyak warga
Rohingya yang terusir dari tempat tinggalnya di Myanmar akibat konflik etnis
yang terjadi di sana.
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan yang pertama kalinya diberikan oleh Iran
kepada pengungsi Rohingya. Bantuan itu sendiri terdiri dari paket makanan
senilai USD40 ribu atau setara dengan Rp385,4 juta (Rp 9.635 per USD).
Bantuan dari Iran itu diterima oleh warga Rohingya yang saat ini mengungsi di
wilayah perbatasan antara Bangladesh dengan Myanmar. Selain mengungsi ke
Bangladesh, warga Rohingya juga banyak yang pergi menyelamatkan diri ke
negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Singapura.
Kelompok Rohingya menjadi korban kekerasan etnis di Myanmar karena dianggap
sebagai warga Bangladesh yang tinggal secara illegal di negara itu. Selain
mendapatkan diskriminasi dari warga mayoritas, kelompok Rohingya juga tidak
diakui pemerintah sebagai warga negara Myanmar.
Bangladesh pun tidak mau mengakui kelompok Rohingya sebagai warganya. Hal
tersebut membuat status kewarganegaraan kelompok tersebut menjadi tidak jelas.
Demikian diberitakan Mehr News Agency, Senin (31/12/2012).
Isu diskriminasi yang dialami oleh kelompok Rohingya menjadi noda dalam proses
reformasi yang saat ini terjadi di Myanmar. Tokoh-tokoh reformis Myanmar
seperti Presiden Thein Sein dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dikritik
banyak pihak karean tidak mau membela hak-hak warga Rohingya di Myanmar.(faj)
Mensos
Kunjungi Iran Jalin Kerja Sama Kemanusiaan
Jakarta,
27/12 (ANTARA) - Menteri Sosial Republik Indonesia Salim Segaf Al Jufri
berkunjung ke Republik Islam Iran guna memenuhi undangan Menteri Koperasi,
Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Iran untuk menjalin kerja sama
kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
"Dalam kunjungan pada 25-28 Desember 2011 ke Iran, Mensos yang disertai
sejumlah pejabat Kementerian Sosial itu disambut Kuasa Usaha Sementara KBRI
Teheran Fauzi Bustami," kata Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Tata Kelola
Pemerintahan dan Kehumasan Drs Sapto Waluyo, MSc saat menghubungi ANTARA dari
Teheran, Selasa malam.
Kementerian yang mengurus Kesejahteraan Sosial di Iran bekerja satu atap dengan
bidang Koperasi dan Tenaga Kerja, sehingga kementerian itulah yang menjadi
mitra Kemsos RI.
Ia menjelaskan, pada Senin (26/12), Mensos Salim Segaf yang didampingi Sekjen
Kemsos Toto Utomo BS, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Andi
Zainal Abidin, Dirjen Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Makmur Sunusi dan Staf
Khusus Mensos Musholi bertemu dengan pejabat Imam Khomeini Relief Foundation
(IKRF), yang dipimpin langsung Ketua IKRF Hossein Anvari.
IKRF dikenal sebagai lembaga kemanusiaan yang sangat berpengaruh di Iran.
Kunjungan tersebut juga bertujuan meresmikan nota kesepahaman (MoU) antara
Kemsos RI dengan IKRF, selain juga untuk berdialog langsung dengan Menteri
Koperasi, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Iran Dr Reza Syekholeslam.
Setelah dialog intensif, ditanda-tangani MoU oleh Sekjen Kemensos Toto Utomo BS
dan Wakil Sekjen IKRF Mohammad Mohammadi Fard, yang disaksikan Mensos Salim
Segaf Al Jufri dan Ketua IKRF Hossein Anvari.
Menurut Mensos, seperti dikutip Sapto, kedatangannya ke Iran itu merupakan
kunjungan balasan karena pada bulan Oktober 2011, Hossein Anvari pernah
berkunjung ke Indonesia dan mampir ke kantor Kemsos.
Pada tahun 2009 pernah disepakati "letter of intent" (LoI), sehingga
MoU kali ini lebih memperkuat, katanya.
-->