Selamat Datang

Welcome to my blog

Mohon Do'a ya!

Yen wani ojo wedi-wedi, yen wedi ojo wani-wani

BAGIAN-BAGIAN TUBUH VIRUS

Posted by Yusuf lubistoro (Brojogeni) on Thursday, September 6, 2012


INGIN FILENYA?
DATANG AJA KE SOLNET! TENTUNYA LEBIH MURAH DARI WARNET MANAPUN

LOKASI
SEBELAH SELATAN MASJID AL-HUDA 
DESA KALIJAMBE

Kapsid bersamaan dengan asam nukleat yang membungkusnya disebut nukleupsid. Pada virus tertentu, nukleokapsid dbungkus lagi oleh selubung tambahan yang mengandung protein, glikoprotein dan juga lipida. Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi. Virus cacar air memiliki selubung virus.


1. Kapsid
Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat berbentuk heliks (batang), misalnya pada virus mozaik, ada yang berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya. Kapsid yang paling kompleks ditemukan pada virus Bbakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali dipelajari mencakup tujuh faga yang menginfeksi bakteri Escherichia coli, ketujuh faga ini diberi nama tipe 1 (T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan urutan ditemukannya. Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel. Virus yang strukturnya sempurna, matang, dan mampu menginfeksi sel hidup disebut virion. Fungsi kapsid bagi virion adalah sebagai berikut.
1. Melindungi asam nukleat virus dari kerusakan, misalnya oleh enzim pencernaan (nuklease).
2. Pada permukaan kapsid terdapat bagian untuk mengenali reseptor (tempat melekat) pada permukaan sel inang.
3. Menyediakan protein enzim untuk menembus membran sel inang ketika melakukan infeksi.
Seperti yang telah dijelaskan pada virus campak, beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang. Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada “kepala” kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri.
2. Kapsomer
Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang biasanya sedikit, kapsomer akan bergabung membentuk kapsid, misalnya virus mozaik tembakau yang memiliki kapsid heliks (batang) yang kaku dan tersusun dari seribu kapsomer, namun dari satu jenis rotein saja. Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi en, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme enginfeksian sel inang.
3. Struktur tambahan lainnya
Struktur tambahan lainnya, yaitu selubung virus yang menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk menginfeksi inangnya. Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri. Tidak semua virus memliki struktur tambahan ini, ada beberapa yang memilikinya, misalnya virus influenza. Secara kebetulan faga tipe genap yang diketemukan (T2, T4 dan T6) memiliki kemiripan dalam struktur, yaitu kapsidnya memiliki kepala iksohedral memanjang yang menyelubungi DNA dan struktur tambahan lainnya, yaitu pada kepala iksohedral tersebut melekat ekor protein dengan serabut-serabut ekor yang digunakan untuk menempel pada suatu bakteri. 
More aboutBAGIAN-BAGIAN TUBUH VIRUS

CIRI-CIRI VIRUS SEBAGAI MAKHLUK TIDAK HIDUP

Posted by Yusuf lubistoro (Brojogeni)


INGIN FILENYA?

DATANG AJA KE SOLNET! TENTUNYA LEBIH MURAH DARI WARNET MANAPUN

LOKASI
SEBELAH SELATAN MASJID AL-HUDA 
DESA KALIJAMBE



Virus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
6. virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid
7. Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
8. Virus tidak dapat membelah diri.
9. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
More aboutCIRI-CIRI VIRUS SEBAGAI MAKHLUK TIDAK HIDUP

CIRI-CIRI VIRUS SEBAGAI MAKHLUK HIDUP

Posted by Yusuf lubistoro (Brojogeni)


INGIN FILENYA?
DATANG AJA KE SOLNET! TENTUNYA LEBIH MURAH DARI WARNET MANAPUN

LOKASI
SEBELAH SELATAN MASJID AL-HUDA 
DESA KALIJAMBE


Anda tentu sudah paham mengenai ciri-ciri umum pada makhluk hidup seperti tersusun dari sel, dapat melakukan metabolisme sendiri, dapat berkembang biak, dapat bergerak, dan sebagainya. Namun ciri-ciri makhluk hidup tersebut ternyata tidak teramati pada virus. Virus dianggap sebagi makhluk hidup karena memiliki bahan genetik (DNA atau RNA) yang mengendalikan semua aktivitas makhluk hidup. Dengan kata lain, persyaratan utama untuk dapat dikatakan sebagai makhluk hidup adalah keberadaan bahan genetik, dan virus (dari bahasa Yunani kuno yang berarti racun) memenuhi persyaratan tersebut.

Struktur tubuh virus sangat sederhana, secara umum hanya terdiri dari molekul DNA atau RNA yang diselubungi oleh selubung protein. Bahan genetik kebanyakan virus adalah DNA, dan pada sebagian virus yang lain berupa RNA. DNA virus ada yang berstruktur heliks ganda tetapi ada pula yang berstruktur benang polinukleotida tunggal. Bentuk DNA ada yang sirkuler dan ada yang linier. Struktur ARN virus berupa benang polinukleotida tunggal; bentuknya linier atau sirkuler. Nukleotida penyusun DNA atau RNA virus tidak berbeda dengan nukleotida pada makhluk hidup yang lain. Jika DNA maka nukleotidanya juga tersusun dari gula deoksiribosa, basa N (Adenin, Timin, Sitosin, Guanin), dan fosfat. Nukleotida pada RNA juga tersusun dari gula ribosa, basa N, (Adenin, Urasil, Sitosin, Guanin), dan fosfat. Baik DNA maupun RNA virus mengandung kode-kode genetik untuk membentuk selubung protein virus atau keperluan lainnya. tetapi ada pula yang berstruktur

Selubung protein virus atau kapsid tersusun dari unit-unit protein yang disebut kapsomer. Bentuk virus ditentukan oleh konfigurasi kapsomernya: ada yang berbentuk silindris, poligon, atau bentuk-bentuk lainnya. Pada beberapa virus, diluar kapsid masih dilapisi oleh selaput lipoprotein (tersusun dari protein dan lipid) yang menyerupai membran plasma, virus "bermembran" ini pada umumnya bersifat ganas atau virulen.

Di luar sel inang, virus tidak berbeda dengan benda mati. Ia tidak mampu melakukan metabolisme, membelah, dan aktivitas kehidupan yang lainnya. Tetapi bila irus berada di dalam sel inangnya ia akan memperbanyak diri (multiplikasi) sebanyak mungkin dengan memanfaatkan komponen dan organel sel inang. 

Sesuai dengan namanya yang berarti racun, beberapa virus merupakan agen penyebab beberapa penyakit yang menyerang tumbuhan, hewan, maupun manusia. Pada umumnya penyakit yang disebabkan oleh virus sifatnya ganas. Beberapa telah dapat dibuat vaksinnya sehingga dapat dilakukan tindakan preventif (pencegahan) dengan cara imunisasi, misalnya penyakit cacar air, hepatitis, polio, yang menyerang manusia; dan penyakit tetelo, penyakit mulut dan kuku yang menyerang ternak. Ada beberapa penyakit yang disebabkan virus yang hingga saat ini cara penanggulangannya masih menjadi masalah, misalnya penyakit AIDS yang menyebabkan rusaknya sistem kekebalan manusia; juga penyakit influenza yang tidak dapat disembuhkan secara total karena virus influenza selalu berubah. 
More aboutCIRI-CIRI VIRUS SEBAGAI MAKHLUK HIDUP

HASIL TRY OUT STIS DI TEGAL 2012

Posted by Yusuf lubistoro (Brojogeni)



Hasil Try Out BOMBASTIS'12
klik disini
More aboutHASIL TRY OUT STIS DI TEGAL 2012
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...